Monday, September 1, 2014

Laneige Snow BB Soothing Cushion SPF 50+ PA+++


Hi girls!

Kali ini, aku mau review salah satu cushion yang super populer di Korea Selatan yaitu Laneige Snow BB Soothing Cushion SPF 50+ PA+++.  Sebelumnya aku pakai cushion dari Etude House, it is my Holy Grail product yang sudah 4-5 kali kubeli refillnya. Bisa kalian lihat review nya disini http://vixenlady.blogspot.com/2014/03/etude-house-precious-mineral-any.html

Namun karena melihat banyaknya great reviews di internet mengenai cushion Laneige, aku memutuskan untuk mencobanya. Oleh karena itu, saat mampir ke Sogo Central Park, aku beli produk ini seharga Rp 430.000,-  untuk satu paket berisi cushion plus refill nya.


KEGUNAAN
Laneige Snow BB Soothing Cushion SPF 50+ PA+++ merupakan BB Cream yang berfungsi untuk whitening + sunscreen + sweat-proof + soothing + makeup effects. Keunggulan produknya antara lain:

Bright and Clear Whitening Care + Strong Sunscreen Effect
Mengandung  White Plus Renew Complex™ yang berfungsi mencerahkan kulit dan SPF 50+ PA+++ nya melindungi kulit dari terik sinar matahari yang paling kuat sekalipun. 

Long-lasting Makeup
Molekul di dalam Laneige Snow BB Soothing Cushion tahan terhadap keringat dan sebum walau hanya digunakan satu layer tipis.

Refreshing and Cooling Sensation
Sensasi sejuk saat dioleskan menurunkan suhu kulit yang tinggi dan lelah akibat panas. Laneige Snow BB Soothing Cushion ini cocok digunakan untuk touch up. 

Natural and Clean Skin Tone
Tekstur produk yang menyatu dengan kulit mengontrol produksi minyak dan memberi hasil yang clean, natural, dengan medium coverage.

CARA PENGGUNAAN
Cara penggunaannya cukup mudah, tekan puff ke bagian ‘cushion’ kemudian tepuk-tepuk perlahan di area wajah. Jangan digosok  karena hasilnya tidak akan rata. Ulangi hingga mendapat coverage yang diinginkan.

Tips dariku, bila cushion sudah tidak ‘basah’ atau tidak mengeluarkan produk saat ditekan dengan jari, balik busa cushion nya dan gunakan seperti biasa. Biasanya banyak produk yang settle di bagian bawah compact. Dengan cara tersebut kamu dapat menggunakan cushion lebih lama dan no product wasted.

Bila produk sudah benar-benar kering kita dapat mengganti dengan refill nya. Caranya mudah, dalam kondisi compact tertutup, tekan bagian bawah compact untuk memisahkan kontainernya. Kemudian pasang kontainer refill yang baru.

Setiap kali menggunakan Laneige Snow BB Soothing Cushion, pastikan selalu meletakkan ‘puff separator’ dan menutup compact dengan rapat sehingga kandungan-kandungan di dalam cushion tidak kering terkena udara.



MERAWAT PUFF
Puff yang kotor menyebabkan jerawat. Oleh karena itu,  rajin-rajinlah bersihkan puff dengan cara mencucinya dengan air hangat dan sabun wajah lembut anti-bakteri. Bilas dengan bersih hingga seluruh sabun dan BB Creamnya luntur. Keringkan diatas tissue atau handuk bersih.

Namun karena malas mencuci, aku lebih senang beli puff baru. Aku nggak tahu apakah Laneige jual puff nya secara terpisah namun kita bisa membeli puff sejenis dengan harga terjangkau di Etude House.

PENDAPATKU
Dari sisi kemasan, aku ngga memiliki complain. Cushionnya sendiri lebih keras dan ‘membal’ daripada cushion Etuse House. Mengenai hal ini pun, aku ngga punya preference karena yang terpenting adalah hasilnya di wajah bukan?

Saat diaplikasilan, Laneige Snow BB Soothing Cushion terasa sejuk dan ringan seperti air. No cakey feeling. Coveragenya light to medium, nggak terlalu tebel, cocok bagi yang kurang suka makeup berat. Namun karena aku memiliki bekas-bekas jerawat yang ingin disamarkan, Etude House Cushion dengan medium to full coveragenya works better di kulit aku.

Warna yang aku gunakan adalah 13 True Beige (mereka memiliki 3 warna lainnya yang lebih gelap)  tadinya aku pikir warna tersebut terlalu terang untuk kulitku namun ternyata nggak. Hasil yang diberikan oleh cushion Laneige ini adalah natural dan dewy.  Memberi kesan fresh ketika dipakai sehari-hari.

Saat mengunakan cushion Laneige, aku tidak mengalami iritasi, clogged pores, atau jerawat. Namun cushion Laneige kurang mengontrol produksi minyak diwajahku. Cushion Etude House bekerja lebih baik dalam mengontrol minyak.

Mengenai klaimnya untuk mencerahkan, sejauh ini aku tidak melihat perubahan yang signifikan, tapi aku suka banget fakta bahwa cushion ini memiliki SPF yang tinggi.  Bottom line? I like it, I will continue to finish mine. Tapi untuk beli refill nya di masa yang akan datang aku masih pikir-pikir dulu, Etude House Cushion tetap menjadi favorit aku.

Nah, sekian dulu review aku kali ini, semoga bermanfaat bagi kalian semua. Apakah kalian punya pengalaman dengan produk ini? Apa produk favorite kalian dari Laneige? Lalu brand cushion lain yang bagus apa ya? Silakan komen di bawah. Have a bless day everyone!

Tuesday, August 5, 2014

Diptyque Eau Rose Eau de Toilette


Deskripsi dalam Tiga Kata ?
Fresh, rose, feminin

Bagaimana kemasannya?
Pertama-tama aku suka banget dengan gambar bunga mawar di boks dan botolnya, it just beautiful illustration. Di dalamnya terdapat cairan parfum berwarna bening sedikit kekuningan. Botolnya sendiri berbeda dengan botol oval eau de toilette Diptyque lainnya, botol Eau Rose berbentuk elips panjang. Sebenarnya aku lebih suka botol oval regular mereka but it’s the inside fragrance that count right?


Wanginya seperti apa?
Top notes: Bergamot, Blackcurrant, Litchi
Middle notes: Jasmine, Geranium, Rose
Base notes: Musk, Virginia Cedar, White Honey

Saat awal diaplikasikan aku mencium wangi bungan mawar yang ringan dan ‘real’. Benar-benar autentik seperti mencium langsung satu buket freshly cut long stem roses, it just utterly beautiful. Disisi lain aku mencium bau buah tropical litchi yang juicy. Memberi kesan segar dan modern.

Banyak parfum mawar lainnya yang terlalu powdery dan heavy, terkadang mawar merupakan note parfum yang notoriously terkesan ‘old lady’.  Namun walaupun menggunakan wangi mawar yang klasik, Eau Rose tetap modern dan fresh. 

Kepribadian seperti apa yang kira-kira cocok dengan cologne ini?
Eau Rose cocok untuk wanita segala usia. Remaja, dewasa muda, dan paruh baya, semuanya cocok memakai parfum ini. Eau Rose cocok untuk seseorang yang feminin dan klasik.

Kapan waktu yang tepat untuk memakai cologne ini?
Every occasion. Ke kampus, ke kantor, pesta, atau sekadar jalan-jalan, Eau Rose cocok untuk dipakai kemana-mana.

Bagaiman dengan sillage (trail) dan ketahanannya?
Ketahanannya just so so, sekitar 2-3 jam dikulit. Surprisingly, saat aku semprot di scarf dihari berikutnya masih tercium bau Eau Rose. Berdasarkan hal tersebut aku berani bilang bahwa Eau Rose lebih tahan lama bila disemprot di baju. Sillage nya moderate , bisa tercium oleh orang lain dari jarak arm length.

Dimana belinya?
Aku beli di Papilion Duo, Pacific Place Jakarta

Berapa harganya?
Rp 1.350.000,- untuk 100 ml / 3.4 fl.oz

YSL Touche Eclat Radiant Touch No. 2 Luminous Ivory


Hi everyone,
Today I will do a review on one product that has reached cult status in beauty industry, YSL Touche Eclat.  Even though Touche Eclat is immensely popular, so many people still misunderstood this product. One thing to remember? This is not a concealer. This is subtle highlighter with minimum coverage. 


Because this is a subtle highlighter, it will not work on acne or severe redness. On the contrary this will highlighted the problem area. For acne and redness I prefer to use opaque concealer (like MAC Studio Finish Concealer).

It is best to use Touche Eclat on top of under eye concealer, tear duct, on top of the brows, cheekbone, the bridge on the nose, and cupid’s bow. Bear in mind that the effect is very subtle, It does not give obvious glow or luminosity, it just gives a slightly fresh and well rested look. 

For people who like ‘real’ concealer or ‘real’ highlighter effect this product is not for you. This is perfect for someone who likes very subtle effect (and doesn’t mind pay expensive price for it). Another tip? Keep the applicator fresh by wiping it with tissue and rubbing alcohol after every application.

Price: 495.000 + tax 49.500 = Rp 544.500,-  I got mine at Galeries Lafayette, Pacific Place

L’occitane Fragrance Beautifying Cream


Hi Ladies,
Today I will do a review on L’occitane new product which called Fragrance Beautifying Cream.

From L’occitane Website:
The Fragrance Beautifying Cream enhances your fragrance and helps it last longer. The neutral floral notes of this innovative cream blend and embrace each of the fragrances of La Collection de Grasse. Incredibly fresh with a rich texture, it leaves skin moisturised and satin smooth. Apply to clean skin, focusing on the neck and décolleté. Create a cloud of perfume (2-3 sprays of scent) and walk into it.



My Experience:
L’occitane made this cream to be used in conjunction with their Collection de Grasse fragrance range (I love their Neroli & Orchidee) to enhance, intensify, and help the fragrance to last longer. As a perfume lover this concept just excited me. I bought it as soon as I found L’occitane boutique.

First of all the jar is pretty. A heavy frosted glass that looks very expensive sitting on my vanity. The cream itself is rich but not sticky, such a heavenly silky texture. It would be nice to use it all over my body, too bad the price is very high. The cream is not unscented, it has a very light floral smell, fresh and delicate. I like it a lot.

 I never paired it with their Collection de Grasse fragrance range but I have paired it with some of my’ weaker’ perfume such as Jo Malone colognes and Dyptique edt. My experiment runs like this, I put Beautifying Cream and 3 sprays of perfumes on my left arm and 3 sprays of perfumes only on my right arm. And honestly, to certain extent this beautifying cream does work but it doesn’t live up to my expectations.

On the right hand (which I apply perfume only), the scent completely gone within 2 – 2.5 hours. On the left hand (which has a layer of Beautifying Cream and perfume) the scent slightly changes into more ‘rounded’ and ‘voluptuous’ version and does stays longer for  full 3.5 – 4 hours before they gone. Bear in mind that even though it stays longer, the sillage is very minimum and close to the skin, you have to put your nose closely to be able to smell it.

So the bottom line, Is this cream worth it? If you want it and have the money to buy it, by all means go for it. But I believe any perfume would last longer on moisturized skin. No need special cream for that. Just slather some unscented lotion or petroleum jelly. That’s my opinion.

If you really want your perfume to last long, I recommend use shower gel and body lotion which comes from the same range as your perfume. Spray your perfume on your brush before you use it on your hair and spray some onto your clothes. If everything fails. Just re-spraying throughout the day.

Price
Rp 510.000,- I got mine in L’occitane Boutique, Pacific Place Jakarta

Monday, August 4, 2014

Ramadhan Collective Haul: Diptyque, Bobbi Brown, Laneige, Holika Holika, MAC, L’occitane, Davines


Halo semua! Dalam post kali ini aku mau share sedikit mengenai beauty haul ku selama bulan puasa hingga libur lebaran kemarin. Karena Lebaran holiday identik dengan THR dan belanja, aku pun ngga melewatkan kesempatan ini untuk jalan-jalan di mall dan beli beberapa produk dibawah. Let’s have a look


Diptyque Eau Rose Eau de Toilette
Aku suka banget dengan produk-produk Dyptique, niche brand dari Paris yang satu ini selalu sukses bikin aku  mengesek si kartu plastik. Diptyque Eau Rose merupakan eau de toilette dengan wangi mawar yang fresh dan benar-benar auntentik. Aku ngga pernah mencium parfum dengan wangi mawar se ‘real’ Diptyque Eau Rose. Bagi kamu penyuka keharuman mawar aku sarankan untuk cek parfum yang satu ini. Review lebih lanjut tunggu post aku berikutnya.


Harga: Rp 1.350.000,- beli di Papilion Duo, Pacific Place Jakarta

Diptyque Scented Candle ‘Roses’
Sebelumnya aku pernah review mengenai Diptyque candle lainnya disini http://vixenlady.blogspot.com/2014/07/diptyque-tubereuse-candle.html karena aku sedang ‘demam’ anything rose scented, aku memutuskan untuk beli Diptyque candle yang Roses. Totally romantic and feminine scent.


Harga: Rp 765.000,- beli di Papilion Duo, Pacific Place Jakarta

Bobbi Brown Hydrating Face Cream
Aku butuh basic moisturizer karena Kiehls Ultra Facial Cream ku sudah habis. Pilihanku jatuh kepada Bobbi Brown Hydrating Face Cream. Teksturnya creamy namun cukup ringan. Nggak Membuat kulit berminyak ku jadi jerawatan.


Harga: Rp 720.000,- Metro, Pacific Place Jakarta

Laneige Snow BB Soothing Cushion SPF 50+ PA+++
Sebelumnya aku pakai cushion dari Etude House, seingatku aku sudah 4-5 kali beli refillnya, namun karena melihat banyaknya great reviews dari para blogger mengenai cushion Laneige, aku memutuskan untuk mencobanya. Sejauh ini aku suka, akan kureview lebih mendalam produk yang satu ini di post terpisah.


Harga: Rp 430.000,- I got mine in Sogo, Central Park

Holika Holika Miracle Real Skin Finish Combination/Oily Skin

Ini produk pertama dari Holika Holika yang kucoba, Miracle Real Skin Finish merupakan moisturizer, primer, dan sunblock dalam satu kemasan. Produk ini menjanjikan tampilan kulit yang lebih flawless walaupun tanpa makeup.  Sejauh ini aku suka walaupun agak ashy/keputihan dikulitku. Akan kureview lebih mendalam di masa yang akan datang.


Harga: Rp 216.000,- (originally Rp 240.000,-) I got mine in Holika Holika store, Mall Taman Anggrek

MAC Matte Lipstick ‘Russian Red’
Aku jarang banget pakai lipstick dengan warna-warna bold, biasanya aku seneng warna nude, peach, atau pink saja. Oleh karena itu dalam rangka channeling inner Dita von Teese di dalam diri, aku memutuskan untuk coba red lipstick yang classic. Tadinya aku mau beli Ruby Woo tapi setelah di test, Ruby Woo terasa lebih kering di bibirku. Jadilah aku mencoba Rusian Red, blue based red yang cocok untuk cool skintone.


Harga: Rp 260.000,- Metro, Pacific Place Jakarta

L’occitane Fragrance Beautifying Cream
Fragrance Beautifying Cream ini berguna untuk meng ‘enhance’ dan membuat parfum yang disemprot lebih tahan lama di kulit. Sejauh ini, aku merasa it doesn’t really work. It feels heavenly saat dioles dikulit, teksturnya enak banget di kulit. Namun aku nggak merasa krim yang satu ini membuat parfum lebih long lasting. Akan kucoba lebih lanjut dan kureview secara terpisah di masa mendatang.


Harga: Rp 510.000,- L’occitane Boutique, Pacific Place Jakarta

L’occitane Almond Delicious Hands
L’occitane Shea Butter Handcream is my holy grail handcream. Namun tidak hanya seri Shea yang bagus, handcream L’occitane yang almond pun works beautifully. Walaupun teksturnya tidak sepekat Shea Handcream, L’occitane Almond Delicious Hands melembabkan kulit tanganku yang kering dengan baik. Wangi almondnya pun delicious. This is my new favorite handcream from L’occitane.


Harga: Rp 140.000,- L’occitane Boutique, Pacific Place Jakarta

Davines Nou Nou Nourishing Repair Mask
Davines merupakan produk perawatan rambut high end yang mengutamakan kualitas produknya. Mereka menggunakan high grades natural ingredients, minimal plastic, dan renewable energy.  Jadi, no fancy packaging, no mega advertising, just genuinely great product. Selebriti seperti Jennifer Anniston, Emma Stone, Reese Witherspoon, Victoria Beckham, Miranda Kerr, dan masih banyak lagi juga merupakan konsumen produk-produk Davines.


Sebelumnya aku menggunakan Davines Love Conditioner,  it works like magic bagi batang rambutku yang kering dan kusut. Yang satu ini, Nou Nou Mask juga bagus, cara pakainya sama seperti menggunakan kondisioner. Hasilnya rambut jadi lembut dan gampang disisir. Worth the price. Kualitas Davines jauh labih superior daripada brand-brand yang ada di supermarket.  

 Price: Rp 304.000,-  D’Highlight Salon, Summarecon Mall Serpong

Davines Melu Conditioner
Karena produk Davines jarang ditemukan di Jakarta maupun online shop di Indonesia aku memutuskan untuk stock this gigantic bottle of Melu Conditioner. Melu merupakan conditioner yang ditujukan untuk tipe rambut panjang yang damaged. Belum sempat aku coba karena aku masih menghabiskan Nou Nou Mask di atas. Hopefully this one works as well for my hair.


Price: 672.000,- D’Highlight Salon, Summarecon Mall Serpong

Nah, itu dia produk-produk yang kubeli saat Lebaran Holiday, bila kalian memiliki pengalaman dengan produk-produk diatas jangan ragu untuk tinggalkan komen dibawah.  Akhir kata, Vixenlady mengucapkan Minal ‘Aidin wal-Faizin, mohon maaf lahir dan batin. 

Monday, July 21, 2014

Diptyque Tubereuse Candle

Hi everyone! Today I will do a review on something I never thought I would splurge on, which is Diptyque candle. My introduction to Diptyque candle started a long time ago when I read intothegloss.com. It seems like every interesting people interviewed there has Diptyque candle on their shelf.  

Rumor has it, this particular Tubereuse candle was being used by Christian Louboutin to scent one of his exhibition. My curiosity peak, is Diptyque candle that good? Let see the review.


Features:
  • Diptyque Tubereuse Scented Candle is made of a proprietary blend of vegetable and paraffin waxes and hand-poured into the glass that ensures the candle burns evenly. Because each fragrance contains a unique mix of natural ingredients, Diptyque custom blends specific wax formulas designed to complement every candle scent.
  • Tubereuse is the most expensive floral perfume ingredient in the world, its heady and intoxicating fragrance is completely captivating, making it one of the most cherished scents of all time.

Diptyque Candle Maintenance:
  • A well-cared for Diptyque 190 g candle will burn for up to 60 hours. Your candle will burn clean and evenly down to the bottom of the glass if you burn it for at least two hours the first time - or until the whole top is liquid with wax.
  • If the whole top is not melting, then the wax 'remembers' how far it has burned and will never burn beyond this distance. The middle part getting sunk in while the edge still unburned.  My tip when this thing happens? when the middle part melt, you also need to heat the side part with long electric lighter.  I find this method helps the candle to burn more even.
  • After blowing out your candle, centre and straighten the wick.
  • Trim the wick to about half a centimeter long before relighting the candle. By shortening the wick you allow it to burn more slowly and avoid unsightly black smoke marks around the edge of the glass.
  • Do not place the candle in a wind draught or directly on a glass or marble surface.
  • Never leave a lit candle unattended.
  • Never move or tip a lit candle.
  • Keep out of reach of children.

My Experince:
  • Some other companies just fragranced the top part or the wick of their candle, by the time goes by, the candle no longer smells good.  In the other hand, Diptyque candle is hand-poured, you will get the same strength of scent as your candle burn down.
  • Even when I don’t lit the candle, my room still smells really good. The air is infused with a soft, sheer scent of tuberose.
  • Putting Diptyque candle just add instant classiness to any room. The Diptyque glass is beautiful, completed by Diptyque signature painting on each surface. I can use it to store my makeup brushes when the wax gone.
  • If you expect a strong fragrance then Diptyque Tuberuese is not for you. It is not as ‘suffocating’ as fragrance incense or as strong as heated aromatherapy oil. When I came into my room I can detect it, but after a few minutes, I no longer can smell it.

Price:
Rp 765.000,- I got mine at Papilion Duo, Pacific Place, Jakarta

Bottom line is it worth it? No. Am I going to buy again? Surprisingly yes. If I have the money I will buy more scents. It just satisfying experience. 

Monday, July 7, 2014

Penhaligon’s Blenheim Bouquet Eau de Toilette


Didirikan di Inggris pada tahun 1870, niche brand yang satu ini berhasil menggaet klien-klien dari lingkungan Kerajaan Inggris, Politisi, hingga Selebriti Hollywood.  Contohnya adalah Princess Diana, Queen Elizabeth, Margaret Thatcher, Sienna Miller, Kate Winslet, Kate Moss, masih banyak lagi. 

Blenheim Bouquet sendiri diciptakan untuk  Duke of Marlborough lebih dari satu abad lalu, tepatnya pada tahun 1902.  Hingga saat ini Blenheim Bouquet masih menjadi top 5 bestseller perfume di Penhaligon’s. Dilaporkan bahwa Prince Charles, Prince William, & Winston Churchill adalah penggemar dari Blenheim Bouquet. 

Deskripsi dalam Tiga Kata ?

Citrus, spicy, classy 

 

Bagaimana kemasannya?

Fyi, Blenheim Bouquet itu merupakan fragrance for men, namun dilihat dari kemasannya, even the girliest girl wouldn’t be able to resist.  Botol silinder bening dengan pita abu-abu cantik dibagian bawah tutupnya. Tampilan keseluruhannya memberikan kesan vintage dan klasik. 

 

Wanginya seperti apa?

Top notes: Lavender, Amalfi Lemon, Lime

Base notes: Musk, Pine, Black Pepper

 

Pertama kali disemprot, yang tercium dengan jelas adalah wangi lemon yang fresh dan lavender yang aromatic, setelah beberapa lama keharumannya berubah menjadi sedikit spicy. I believe that is the black pepper. Blenheim Bouquet is simple fragrance. Walaupun diciptakan lebih dari satu abad lalu, Blenheim Bouquet tetap timeless dan tidak ketinggalan zaman. 

 

 

 

Kepribadian seperti apa yang kira-kira cocok dengan cologne ini?

Walaupun Blenheim Bouquet dikategorikan sebagai fragrance for men, aku merasa perempuan pun bisa pakai ini. Wanginya nggak terlalu macho, nggak terlalu feminine. If Blenheim Bouquet is a human, he or she would be classy, old-money, confident, educated person. He or she knows they are above anyone else but they will be discreet and humble about it.

 

Kapan waktu yang tepat untuk memakai cologne ini?

Aku rasa Blenheim Bouquet cocok dipakai untuk segala situasi. Terutama situasi semi formal hingga formal dimana seseorang ingin dianggap serius.

 

Bagaiman dengan sillage (trail) dan ketahanannya?

Untuk eau de toilette, ketahanannya cukup baik, sekitar 4 jam dikulit, 6-8 jam di baju. Sillage nya soft. Harus berada agak dekat untuk mencium Blenheim Bouquet.

 

Dimana belinya?

Aku beli di Escentials, Tangs, Singapore. Selain itu Escentials juga tersedia di Paragon. Untuk butik Penhaligon’s sendiri terdapat di Marina Bay Sands. Di Indonesia produk Penhaligon bisa di dapatkan di Papilion Duo, Pacific Place Jakarta.

 

Berapa harganya?

50 ml Eau de Toilette harganya SGD 153 (sekitar Rp 1.407.600,-)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...