Monday, April 7, 2014

Review: Diptyque Do Son Eau de Toilette

I feel so excited to finally have a Diptyque fragrance, hard to find, niche brand that rarely worn by Indonesian people. Diptyque is really popular with their candles, even I heard Christian Louboutin scented one of his event with Dipyique Tuberose candle. Someday I will try some of their candles but in the mean time let’s see this fragrance first. 


Do Son is inspired directly from Yves Coueslant's childhood in Vietnam, where he grew up in Haïphong, a port in Northern Indo-China. Not far from there, in the little seaside resort of Do Son, his father had a pagoda built by the sea to go to and enjoy the sea air at the end of the day. His mother, hardly bearing the heat and damp monsoon weather, used to rest for hours in the fresh and quiet half-light of her sitting room. She loved the bitter sweet fragrance of tuberoses and the great department store in town where she used to buy whatever was fashionable from Paris... (via Diptyque website)

Top notes: African Orange Flower, Rose, Iris
Middle notes: Tuberose, Pink Pepper
Base notes: Benzoin, Musk

Do Son opens with tuberose, for your information, in Indonesia it is called “Bunga Sedap Malam” it could literally be translated to “Delicious Night Flower”. The heady tuberose scent settles quickly into something lighter and fresher. Several people made a comment that they detect jasmine and Balinese frangipani, I believe it is the African orange flower because I couldn’t see jasmine or frangipani listed in the notes.

It stays linear, not complex. Basically Do Son is a lush and dewy white flowers fragrance, sensual but fresh at the same time. For eau de toilette the longevity is good. It stays around 4-5 hours on my skin. I tried the eau de parfum in the store but it doesn’t last as long. It also loses the tuberose after an hour and turn into this sheer sour smell.

Back in the middle ages, and still today in some Western cultures, young unmarried women are forbidden to smell tuberose for fear that the heady, sensual aroma will reel their senses straight to the gates of perdition. But in Indonesia, tuberose is used on many religious and mystic rituals. 
Tuberose at the altar. Doc: Google
As Indonesian with Chinese descent, my family still celebrates several rituals, “sembahyang” (praying) at the altar is one of them, it could be Gods and Goddesses altar, it could be deceased family member altar. We will put a vase full of fresh flowers there, tuberose included. In the night those tuberose will bloom and spread their scent all over the room.  As I’m writing this post, I can imagine the heady scent of tuberose mix with burnt incense.

If you go to Bali, you can see so many “sesajen”  (see picture) in front of the native houses. I never really check the exact content but I swear it smells like tuberose buds, jasmine, Balinese frangipani and incense. Any Balinese reader? Please enlighten us about this ‘sesajen’.
Balinese Sesajen. Photo by Lucas Photography. Doc:Google
Other than that, Do Son reminds so many people around me about graveyard and mystics rituals. Do you know that tuberose and jasmine petals are being spread on top of the graveyard in Indonesia? Westerners put flower bouquet and long stem roses on the grave. We Indonesian put “kembang tujuh rupa” (seven types of flowers). Tuberose and jasmine petals are included. 

Kembang Tujuh Rupa. Pict taken from pedomannusantara.com
Also if you ever had chance to visit Indonesian graveyard you will notice a big Balinese frangipani tree shadowing and protecting the graves under. Give the impression of cool, silent, and dark fragrant place.

Frangipani Tree above the Graveyard. Doc: Google
Diptyque Do Son with the tuberose-jasmine-frangipani scent reminds me of those things. Some people I know are disturbed by it smells, it reminds them of ‘death’, but all I can say is, I love it dearly. It reminds me of my beloved grandmother, it reminds me of spirituality, it gives me a sense of serenity. Definitely a lovely fragrance.

Price: Rp 1.170.000,- at Papillon Duo, Pacific Place Jakarta

Tony Moly Sale Haul!


Halo semuanya! Waktu jalan-jalan di Sumarecon Mall Serpong akhir Maret lalu, aku lewat di Tony Moly store dan terpampang banner besar bertuliskan sale 50% all item!!! Tentu saja aku ngga melewatkan kesempatan tersebut dan  beli beberapa produk. Let’s see each one of them. 


Appletox Smooth Massage Peeling Cream
Krim ini berfungsi sebagai exfoliator lembut. Cara pakainya oleskan ke wajah yang telah dibersihkan, pijat perlahan-lahan di wajah, diamkan sekitar satu menit, kemudian pijat lagi hingga sel-sel kulit mati rontok, terakhir bilas menggunakan air bersih.


Hasilnya not bad, kulit berminyak aku jadi terlihat lebih cerah. Namun weirdly I don’t feel fresh or clean, mungkin karena teksturnya yang krim jadi kulit masih terasa “ngga bernapas”. Overall this is a nice product untuk orang yang ingin eksfoliasi ringan. Untuk diriku sendiri I still prefer the black Glam Glow mask. 

Harga: Rp 199.000,- setelah diskon jadi Rp 99.500,-          
      
Panda’s Dream Eye Makeup Eraser
Biasanya setelah siang menjelang, makeup ku terutama di bagian mata jadi agak sedikit luntur. Maskara & eyeliner yang dipakai meninggalkan kesan hitam di bawah mata, untuk itu saat membersihkannya aku menggunakan produk ini. 


Cara pakainya, cukup oleh 2-3 kali stick di daerah yang ternoda makeup kemudian hapus dengan menggunakan tissue lembut, kapas, atau cotton bud. Sayangnya aku merasa stick ini kering dank eras jadi agak menarik-narik area kulit mataku.

Hasilnya sih oke tapi aku merasa regular liquid eye makeup remover dan cotton bud lebih oke karena meninggalkan perasaan ‘segar’. Overal this is not a must have product. 

Harga: Rp 159.000,- setalah diskon jadi Rp 79.500,-

Shiny Foot Super Peeling Liquid
Hingga sekarang aku belum sempat pakai, namun basically ini adalah kaos kaki plastic dan essence yang digunakan sebagai masker kaki, diamkan kurang lebih 1 -1,5 jam kemudian bilas. Aku lihat beberapa review di Google, kelihatannya produk ini bekerja dengan baik, setelah beberapa hari pakai masker ini, sel-sel kulit mati di kaki para blogger tersebut mengelupas dan memperlihatkan kulit baru yang lebih lembut dibawahnya.


Let’s see what will it do to me. Can’t wait to try this on long weekend. 

Harga: Rp 209.000,- setalah diskon jadi Rp 104.500,-

Peach Anti Aging Hand Cream
I love hand cream, I have hand cream everywhere, in my bag, in my office drawer, near my bedside, near the sink, basically I can’t live without hand cream. So far handcream favorite aku adalah L’occitane Shea dan juga  Almond, both are excellent to moisturized my cracked skin. 


But this Tony Moly hand cream is just too cute to ignore! The shape reminds me of baby’s butt. Wanginya aku suka, light sweet peach, it does a good job moisturized my dry hand. I think I will buy more in the future. 

Harga: Rp 109.000,- setalah diskon jadi Rp 54.500,-

So that’s my little haul from Tony Moly, bila kalian punya pengalaman dengan produk-produk di atas, please let me know by dropping a comments below.

Thursday, April 3, 2014

GlamGlow Supermud Clearing Treatment

"THE RESULTS ARE AMAZING - THIS MASK LEAVES YOU WITH A CLEAN AND CLEAR COMPLEXION." SOPHIE FORTE, BEAUTY DIRECTOR, HARPER'S BAZAAR

   
Ingredients
Water, Kaolin, Magnesium Aluminum Silicate, Sodium Hydroxide, EucalyptusGlobulus Leaf, Mandelic Acid, Charcoal CI 77266, Parfum [Limonene, Linalool,Benzyl Benzoate], Glycolic Acid, Azelaic Acid, Lactic Acid, Pyruvic Acid,Salicylic Acid, Xanthan Gum, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Maltodextrin, IronOxides CI 77491, Mentha Piperita Oil, Butylene Glycol, Glycyrrhiza Glabra RootExtract, Glycerin, Chamoilla Recutita Flower Extract, Calendula OfficinalisFlower Extract, Cucumis Sativus Fruit Extract, Hendera Helix Extract, SymphytumOfficinale Leaf Extract, Phenoxyethanol, Ethylhexylglycerin, Caprylyl Glycol,Hexylene Glycol, Methylchloroisothiazolinone, Methylisothiazolinone. 

Sebelumnya aku menggunakan Glamglow yang berada di dalam jar berwarna hitam (dapat kalian baca reviewnya disini http://vixenlady.blogspot.com/2014/01/review-glamglow-youthmud-tinglexfoliate.html ) namun karena harganya cukup mahal aku jadi pikir-pikir untuk beli lagi. But because this time money is not a problem, aku mencoba Glamglow Supermud Clearing Treatment yang dikemas dalam jar warna putih. 

Kalau Glamglow yang hitam lebih bermanfaat untuk exfoliation alias pengelupasan sel-sel kulit mati, maka Glamglow yang putih lebih bermanfaat untuk detoks alias membersihkan kotoran dan minyak secara mendalam. I have good experience with the black Glamglow, jadi bagaimana dengan yang ini? Let’s jump to the review

First of all, the packaging is very small, only 34 grams, sedangkan Glamglow yang hitam agak sedikit lebih besar berisi 50 gram produk. Klaimnya, kita dapat menggunakan white Glamglow hingga 17 kali full face application.


Warna maskernya kelabu seperti semen, teksturnya lebih cair dan halus tanpa potongan-potongan green tea seperti Glamglow yang hitam, mudah dioleskan dan a little goes a long way. Untuk baunya sendiri, I don’t particularly enjoy but I still can handle. 

Saat didiamkan masker ini memberikan sensasi panas plus dingin, it sounds weird but it’s possible. Tunggu hingga kering selama kurang lebih 10-20 menit dan bilas menggunakan air atau washcloth.  Direkomendasikan untuk menggunakan masker ini 2-3 kali seminggu atau sesering yang dibutuhkan. I feel that this mask is gentle enough to use that often. Untuk kulit berjerawat masker ini dapat digunakan sebagai spot treatment membantu mengeringkan dengan cepat. 

Hasilnya? jerawat kecil dihidung langsung ‘mateng dan keluar matanya’, kulit terasa bersih dan segar. Namun dalam memberi efek glowing dan mengecilkan pori-pori Glamglow yang hitam jauh lebih efektif. Glamglow putih ini tidak memberikan perubahan signifikan terhadap tekstur kulit wajahku secara keseluruhan.

Overall, I recommend this untuk orang-orang dengan kulit sensitif yang ngga bisa pakai Glamglow hitam karena dirasa terlalu abrasif. Untuk aku sendiri, the black Glamglow is still my favorite.

Harga: kalau ngga salah sekitar Rp 780.000,- di Glamglow Studio, Plaza Indonesia

Tuesday, April 1, 2014

Beauty Books Collection Series: Lauren Conrad Beauty


Halo semua, 

Walaupun terdapat banyak sumber untuk mengetahui lebih dalam mengenai dunia kecantikan, mulai dari majalah hingga website di internet, namun belajar melalui buku berisi foto-foto cantik dan tips-tips menarik yang ditulis oleh orang-orang di dalam bisnis kecantikan tentu sangat menarik untuk dilakukan. Oleh karena itu aku menulis beauty book series di mana aku akan bahas beberapa buku kecantikan yang aku punya. Let start with Lauren Conrad Beauty.


Penggemar Laguna Beach & The Hills pasti tidak asing lagi dengan California Girl yang satu ini. Didalam buku ini Lauren memberikan tips-tips kecantikan mulai dari healthy diet, healthy lifestyle, skincare, hair, makeup, hingga kuku. 


Plus

  • Saat baca buku ini aku merasa seperti ngobrol dengan teman dekat yang ngerti banget tentang kecantikan. Simpel, menarik, gampang dipahami, gampang dipraktekan. Buku ini cocok untuk cewek-cewek yang baru mendalami dunia kecantikan. 
  • Aku suka the fact bahwa Lauren menampilkan model dengan beragam kecantikan yang berbeda-beda, ngga hanya blonde girl saja tapi juga ada Asia, Afrika, redheads, brunettes, and everything in between.
  •  Banyak gambar informatif yang menjelaskan step by step doing makeup and hair. 
  • So many pretty pictures of Lauren too! Beautiful hair, makeup, and dress.

Minus

  • Sayangnya, the exact product yang digunakan di dalam foto tidak diberitahu. Padahal naksir banget dengan so many looks di buku ini! Entah warna lipstiknya, entah warna blushnya. Maybe Lauren and Team could do makeup breakdown on their website? That would be amazing.

Where to Get
Aku beli di Books and Beyond Lippo Karawaci.

Tony Moly Cat Chu Wink Tony Tint in ‘Cherry Pink’


Aku lagi suka banget sama lip tint. Merah, pink, orange, fuchsia, aku mau coba semuanya! (maklum obsesi baru). Tidak seperti popularitas BB Cream yang mendunia, dimana hampir semua brand di Amerika & Eropa mengeluarkan BB Cream, lip tint kelihatannya ngga terlalu booming disana, paling yang terkenal hanya beberapa, Benefit Benetint adalah salah satunya. Padahal menurutku lip tint is one of the best lip product that ever be created. They seriously miss something really really good!



Lip tint Tony Moly yang satu ini memiliki kemasan yang super lucu, tutupnya berbentuk kucing, aplikatornya pipih dikedua sisi, membuat produk lebih mudah untuk diratakan. tekstur produknya sendiri cair seperti air, wanginya enak, segar agak-agak fruity. Warna yang kupilih yaitu Cherry Pink memiliki pigmentasi yang supeeeer, oles penuh dibibir bawah dan ratakan ke bibir atas membuat aku kelihatan memakai lipstik merah yang bold (without the difficulties of red lipstick of course), totolkan sedikit kemudian ratakan dengan jari memberikan warna sheer dark pink yang super girly.  

Yang aku suka lagi, lip tint ini cepat menyerap dan tahan lama, aku pakai pada pagi hari saat mau berangkat kerja, setelah makan siang masih terlihat merah walaupun sudah berkurang intensitas warnanya. Saat minum liptint ini juga nggak meninggalkan tanda di gelas, rasanya this lip tint is perfect to use on Valentine’s Day when you are expected to smooch your love one (wink! wink!). 

Kekurangannya, sama dengan banyak lip tint lainnya, produk ini kurang melembabkan, aku siasati dengan pakai sedikit lipbalm sebelum dan sesudah pemakaian lip tint. It works wonders! Selain itu, karena staining power nya yang bagus, jangan lupa untuk segera meratakan saat menotolkan liptint ini ke bibir. Terlalu lama mendiamkan menciptakan bercak-bercak kesan bibir ‘polkadot’ dan ‘sariawan’.

Secara keseluruhan aku suka banget dengan lip tint Tony Moly yang satu ini. Silakan coba dan buktikan sendiri 

Harga: Rp 109.000,- aku beli di Tony Moly Store di Summarecon Mall Serpong

REVIEW: THE FACESHOP LOVELY ME:EX YOU & FACE BLUSHER IN 03 PURPLE FANTASY & 08 CINNAMON DREAM

Halo semua,
Kali ini aku kembali dengan post tentang Korean beauty product, these two in particular are blushes from The Face Shop. Pertama-tama let me just say that the name of this blush is slightly weird, di belakang compact nya tertulis “Lovely Me:ex You & Face Blusher”. How weird is that? What is the meaning? why they name it like that? How to pronounce it correctly? 


But anyway, langsung aja yuk simak reviewnya. Blush ini dikemas didalam compact kecil yang terbuat dari plastik akrilik transparan yang cukup tebal. Nggak tersedia kaca namun kita bisa lihat langsung warna blushnya. Dibagian atas compactnya tercetak design dan kata-kata yang super cute. I adore the packaging, especially untuk travel karena ringan, praktis, dan nggak membutuhkan banyak space.

Untuk blush nomor 3 yaitu Purple Fantasy memiliki warna ungu muda yang super soft dengan sedikit silver/white shimmer. Shimmernya sedikit sekali jadi nggak akan terlalu keliatan kalau dipakai di pipi, kamu harus perhatiin banget kalau mau lihat shimmernya. 

Aku beli purple blush karena lagi kepingin banget YSL Blush Radiance dengan warna keunguan, namun karena harganya super mahal aku memutuskan untuk coba dulu purple blush brand lainnya. 


Setelah menggunakan Purple Fantasy, aku merasa produk ini lebih cocok untuk digunakan sebagai finishing podwer ataupun highlighter karena warnanya yang sheer dan pucat. Sebagai blush agak sulit mendapatkan intensitas warna yang diinginkan karena pigmentasinya yang tipis.
 
Untuk referensi, kulit aku NC25 apabila pakai MAC. Saat aku layer tebel-tebel di pipi, warna yang dihasilkan menjadi chalky, it makes me look ill, kayak lebam dan mau beku kedinginan. Kalau kulit kamu medium to dark dengan warm undertone don’t bother to try this blush, karena warnanya ngga akan bisa show up dengan baik dan clash dengan kulit tan kamu. Kalau kamu putih banget like Scandinavian girl in Scandinavian winter, I think this would be ok. 
 

           Blush nomor 8 yaitu Cinnamon Dream memiliki warna medium brown yang cocok dipakai sebagai light bronzer atau light contour bagi kulit yang terang. Sama dengan Purple Fantasy, Cinnamon Dream memiliki sedikit shimmer. Bedanya shimmer di Cinnamon Dream berwarna gold. Jangan berharap pigmentasi yang tebal karena produk ini terlihat tipis ketikan diaplikasikan di kulit. Biasanya aku layer beberapa kali untuk mendapatkan intensitas warna yang diinginkan. Hasilnya not bad sih, tapi aku lebih suka bronzer atau contour powder yang lebih pigmented. 

Overall these blushes are not for me, aku lebih suka blush yang pigmentasinya lebih tebal. I will not buy it again. Save your money for another blush.  

Price: Rp 108.900,- setelah diskon di The Face Shop counter
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...